Tak Perlu Ngidam & Lapar Kalau Ingin Sukses Turunkan Berat Badan

Tak Perlu Ngidam & Lapar Kalau Ingin Sukses Turunkan Berat Badan

Sering kelaparan saat berdiet? Jika demikian, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan asupan serat, protein atau minum lebih banyak air untuk mengurangi rasa lapar, karena jika diet Anda benar seharusnya Anda tidak perlu berlapar-lapar.

Namun bagaimana jika strategi ini gagal? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi rasa lapar yang menghantui program diet Anda

. Sedangkan di sisi lain, tekad Anda untuk menurunkan berat badan begitu kuat?

Well, mungkin kini saatnya Anda melihat lebih jeli tentang bagaimana rasa lapar itu muncul, ataukah rasa lapar tersebut hanya perasaan ngidam sesaat ketika Anda melihat makanan tertentu.

Ngidam atau Benar-benar Lapar?

Meski sebagian besar rasa ngidam terkait dengan kondisi emosional dan psikologis, ketika tubuh Anda kekurangan vitamin dan mineral tertentu, maka tubuh Anda mulai menginginkan makanan-makanan yang pedas, asin, manis atau asam.

Menurut Diet Channel, Jika Anda menginginkan makanan yang bercitarasa asin, mungkin tubuh Anda sedang kekurangan yodium atau kalium dalam diet. Sedangkan menurut ilmu China kuno, jika Anda mengidam rasa asam dapat berarti ada indikasi melemahnya sistem kekebalan tubuh terutama pada organ hati (liver).

Jika Anda ingin yang pedas-pedas, bisa jadi ada indikasi melemahnya kesehatan paru-paru dan terjadi aliran darah yang tidak teratur dalam pembuluh darah. Satu lagi, jika Anda sangat menginginkan makanan manis, mungkin saja terjadi pertumbuhan ragi berlebih dalam usus dan kadar mineral dalam tubuh menurun, karena itu Anda harus ‘mengakalinya’ dengan makan sayuran lebih banyak untuk mengendalikan kecanduan Anda pada makanan manis.

Cara terbaik untuk memahami dan mengendalikan keinginan Anda adalah dengan mengeksplorasi hubungan Anda dengan makanan. Mulailah dengan membuat daftar makanan yang paling ingin Anda makan. Selanjutnya, cobalah untuk memasukkannya ke dalam kategori-kategori tertentu dan temukan makanan pengganti yang lebih sehat, rendah kalori dengan rasa yang tidak jauh berbeda.

Tubuh Anda adalah mesin yang menakjubkan. Ia tahu persis apa yang dibutuhkan dan meminta Anda untuk mengonsumsi makanan tertentu karena alasan yang dijelaskan di atas. Jadi penting untuk mendengarkan sinyal tubuh Anda.

Mulai sekarang Anda harus benar-benar memahami, bahwa tubuh Anda lapar ketika ia butuh makanan dan ngidam ketika ingin menyantap makanan padahal Anda tidak sedang lapar. Ini adalah dua hal yang berbeda.

Penyebab Ngidam & Lapar

Ada faktor lain yang dapat memicu rasa ngidam dan lapar seseorang selain kekurangan nutrisi tertentu dalam tubuh, yakni gaya hidup. Beberapa gaya hidup yang kurang sehat bisa menjadi pemicu rasa lapar yang bisa menggagalkan program diet Anda.

Apa saja gaya hidup yang bisa memicu ngidam dan lapar saat diet?

Latihan Kardio Intensitas Sedang

Beberapa studi yang digelar 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa latihan kardiovaskular adalah cara yang efektif untuk menekan dan mengelola rasa lapar.

Namun, salah studi menekankan bahwa napsu makan bisa lebih terkontrol jika melakukan latihan intensitas tinggi dengan rentang waktu yang singkat. Peneliti menemukan bahwa jika Anda berjalan di mesin treadmill selama berjam-jam dengan intensitas sedang, latihan ini hanya akan membuat rasa lapar Anda melonjak di akhir latihan.

Seorang atlet bersepeda dari Jerman diketahui meningkat hormon ghrelin dalam tubuhnya (hormon pemicu rasa lapar) ketika sesi latihannya yang berdurasi 120 menit tersebut berakhir, tapi tidak pada atlet yang berlatih dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lebih rendah.

Kurang Tidur

Bukan rahasia lagi jika kurang tidur dapat merusak hasil latihan Anda dan membuat Anda terjebak pada fase pemulihan yang kurang optimal. Selain itu, kurang tidur juga dapat mempengaruhi seberapa kuat diri Anda mengendalikan napsu makan.

Sebuah studi dalam Journal of Sleep Research menemukan bahwa kurang tidur dalam satu malam dapat menyebabkan tubuh seseorang memproduksi hormon ghrelin (hormon napsu makan) lebih banyak ketimbang mereka yang cukup tidur di malam hari.

Studi ini menunjukkan hubungan sederhana: semakin sedikit Anda tidur, semakin Anda menempatkan diri pada risiko kelaparan tak terkendali. Anda mungkin tidak perlu hasil tes laboratorium untuk mengetahui apakah Anda kurang tidur atau cukup tidur, karena Anda sendiri yang bisa merasakan dan sebaiknya tidak mengacuhkan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh Anda saat kurang tidur.

Dari Mata Turun ke Hati

Sejatinya ungkapan ini cocok bagi mereka yang sedang jatuh cinta, tapi tidak berlebihan pula jika ungkapan tersebut juga sangat pas digunakan bagi mereka yang ingin menyantap makanan tertentu setelah melihat teksturnya.

Makanan yang Anda lihat dalam gambar, iklan televisi / internet, atau di meja rekan kerja Anda dapat memunculkan rasa lapar meski sebenarnya Anda sedang tidak lapar. Bau atau aroma adalah stimulan kedua yang membuat rasa lapa makin kuat. Jika Anda berjalan ke sebuah ruangan yang penuh dengan aroma makanan lezat, jangan heran jika perut Anda mulai keroncongan.

Mustahil rasanya jika harus memejamkan mata ketika melewati restoran atau pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai makanan lezat. Sekali lagi, kendali diri ada pada diri sendiri. Jika Anda cermat, maka Anda tidak perlu membeli makanan tersebut dan menyantapnya membabi buta, tapi memilih untuk menjauhkan diri dari tempat tersebut dan pergi tempat lain yang lebih ‘aman’.

Gula dalam Minuman Sehat

Teh, kopi, dan jus buah adalah contoh minuman sehat yang baik untuk mendukung program diet Anda. Tapi perlu Anda ingat jika berbagai minuman di atas diberi tambahan gula berlebihan maka minuman tersebut juga berpotensi menambah berat badan Anda. Bahkan, asupan gula berlebihan bisa mengakibatkan penyakit diabetes.

Jika Anda ingin menambahkan pemanis pada minuman sehat Anda sebaiknya gunakan pemanis yang rendah kalori dan aman bagi diet Anda.

Jangan Tinggalkan Protein

Penelitian menyebutkan bahwa untuk mengatasi rasa lapar yang sering datang, maka diet tinggi protein adalah salah satu jawabannya. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana mungkin mengasup protein jika terkendala kesibukan dan moblitas tinggi?

Jawabannya adalah protein shakes. Protein dalam bentuk cair yang bisa dikonsumsi kapan saja. Anda tinggal memasukkannya ke dalam botol minuman dan bisa membawanya ke mana Anda pergi. Jika lapar dan ngidam muncul tiba-tiba, yang perlu Anda lakukan hanya tinggal meminumnya.

Nah, kini saatnya Anda renungkan kembali apakah program diet yang Anda jalankan sudah tepat ataukah masih sering merasakan kelaparan dan terasa menyusahkan? Anda yang tahu jawabannya. Healthy Diet.


Leave a Reply